Bismillahirrohmanirrohim
sahabat Mericha....
Sering kita sebagai orang muslim membaca Al-Qur'an, namun tahukah sahabat bahwa dulu Al-Qur'an itu tidak diperbolehkan untuk di kodifikasi oleh Rasulullah saw. karena Rasulullah saw. kan juga menyampaikan hadits selain menyampaikan Ayat-ayat Al-Qur'an jadi beliau takut kalau dikodifikasi maka ayat Al-Qur'an akan bercampur dengan Hadits.
Nah terus kapan dong Al-Qur'an dikodifikasi? kok sekarang ada Al-Qur'an? ..... :O
Sahabat Mericha, Al-Qur'an itu dikodifikasi pada masa keKhalifahan Utsman bin Affan ra . kalau masa ke Khalifahan sebelumnya seperti Umar bin Khaththab ra. dan Abu Bakar Ash-shidiq ra identik dengan perang dan perluasan wilayah islam maka pada masa ke Khalifahan Utsman bin Affan ra lebih tertuju dan fous kepada kodifikasi Al-Qur'an karena banyaknya para Shahabi yang hafidz Al-Qur'an gugur di medan perang. Maka Umar bin Khaththab ra menganjurkan kepada Abu Bakar Ash-shidiq untuk membukukan Al-Qur'an karena beliau takut apabila Al-Qur'an ini tidak dubukukan maka generasi yang akan datang tidak akan mengetahuinya.
Kemudian Abu Bakar Ash-shidiq ra memerintahkan Zaid Ibn Sabit yang ketika itu berperan sebagai sekretaris utama dan para sahabat Nabi saw. lainnnya untuk mengumpulkan mushaf-mushaf Al-Qur'an yang tertulis diatas batu, tulang, pelepah kurma dan yang dihafal oleh pera sahabat ke dalam satu buah buku. yang kemudian diperbanyak. proses pembukuan Al-Qur'an ini berlangsung dari tahun 644-655 M.
Dan itulah sejarah pembukuan Al-Qur'an, maka berdasarkan sejarah diatas yang sangat jelas ini kita sebagai muslim berkeyakinan bahwa teks Al-Qur'an yang kita terima saat ini benar - benar sesuai dengan apa yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw. semoga bermanfaat :)
SUMBER :
Nasution Harun, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya jilid I ( Jakarta : UI-Press)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar